oleh

Sosialisasikan JKN-KIS di Koltim, BPJS Kesehatan Terkendala Soal Bahasa Daerah Setempat

UEESI – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat di Desa Ueesi Kecamatan Ueesi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pada Selasa (18/09/2018) dengan semangat dan motivasi yang tinggi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Koltim, Nuhasanah mengatakan, dalam perjalanan untuk mencapai daerah tersebut membutuhkan waktu lima jam dengan menempuh jalur darat dan harus melewati penggunungan serta menyebrangi sungai.

“Jadi kami memiliki semangat dan motivasi tersendiri saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Ueesi,” tulisnya kepada Mediakendari.com, Selasa (18/09/2018).

Lanjutnya, bukan hanya tempatnya yang cukup jauh, namun jaringan telepon yang hampir tidak ada, dan bahkan listrik pun belum sampai di daerah tersebut menjadikan tantangan tersendiri.

“Kami tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat memahami Program JKN-KIS,” lanjutnya.

Katanya, peserta sosialisasi masih banyak yang menggunakan bahasa daerah setempat, akan tetapi semua itu bisa dikomunikasikan karena bantuan Sekertaris Kecamatan dan Kepala Puskesmas.

Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut turut hadir Sekertaris Kecamatan, Kepala Puskesmas Ueesi, Kepala BPJS Koltim, dan 50 lebih masyarakat sebagai peserta.

“Mereka sangat antusias mendengarkan pemaparan dari BPJS Kesehatan kemudian aktif mengajukan pertanyaan, baik itu terkait kepesertaannya, pemanfaatan di fasilitas kesehatan dan perubahan data pribadinya,” katanya.

“Kami berharap kepada masyarakat yang wilayahnya jauh dari perkotaan juga tetap bisa mendapatkan pemahaman terkait JKN-KIS,” harapnya.

Untuk diketahui Koltim adalah salah satu Wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang termasuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kendari. Kolaka Timur memilki jumlah peserta JKN sampai dengan 1 September 2018 telah mencapai 74.237 peserta atau 61.30% dari total keseluruhan penduduk.(b)

Reporter: Hendrik B

Terkini