Bantah Isu Warga Terjangkit Corona, Ini Penjelasan Kapus di Koltim

Reporter: Muhammad Alpriyasin

KOLTIM – Sejak sepekan ini warga di wilayah Kecamatan Tinondo dan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) diresahkan dengan beredarnya isu yang menyebut adanya warga yang telah terpapar corona.

Isu liar yang disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab ini menjadi pembicaraan masyarakat di warkop bahkan hingga ke pasar tradisional dan dikhawatirkan membuat kepanikan.

Terkait isu tersebut, Kepala Puskesmas (Kapus) Tinondo, Habaruddin menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Menurutnya, yang ada hanya orang yang dalam pemantauan karena mengalami demam.

“Itu tidak benar, itu cuman oknum yang meresahkan masyarakat saja, disini cuman ada dalam pemantauan saja, ingat cuman pemantauan bukan pengawasan,” kata Habaruddin, Kamis, 19 Maret 2020.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Tirawuta, Baharuddin saat di konfirmasi via WA bahwa tidak ada yang suspect corona di wilayah kerjanya. Namun, dirinya membenarkan jika ada tiga warga dalam pengawasan.

“Insya Allah belum ada suspect corona, tetapi ada warga yang baru pulang dari umroh sebanyak tiga orang dalam pengawasan. Satu warga Orawa tapi pindah ke Ladongi, 1satu warga di Tababu alhamdulillah sejak 11 Maret terpantau masih sehat,” tegasnya.

Sementara itu, kata  Baharuddin, satu orangnya sempat sakit dan di rujuk ke RSUD Konawe pada 8 Maret 2020 kemarin, dalam perawatan orang tersebut meninggal dunia.

“Diagnosa terakhit penyakitnya TBC, sampai sekarang keluarganya masih terus kami pantau,  alhamdulillah sehat semua,” terangnya.

Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, status Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah warga yang datang dari daerah terinfeksi, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dicurigai suspek Corona.

Video

BERITA TERKINI

METRO KENDARI

BERITA TERKINI

KOLAKA RAYA

BERITA TERKINI

SOSOK

KONAWE RAYA

TAJUK

Satu dari 16 Perempuan Alami Seks Pertama Kali Karena Diperkosa

INTERNASIONAL - Bagi lebih dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan seks untuk pertama

BERITA TERKINI

BUTON RAYA

PERISITIWA

BERITA TERKINI